Tampilkan postingan dengan label Etika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

Tips Menerima Tamu Yang Menyebalkan

Sungguh menyenangkan saat ada teman / sahabat  yang bertamu ke rumah kita, atau bahkan orang lain yang kita tidak begitu mengenalnya. apalagi jika yang bertamu, membawakan oleh-oleh kesukaan kita, hehehe.. .Namun tidak semua orang yang bertamu itu menyenangkan bagi kita. bahkan terkadang banyak juga tamu yang menyebalkan dan malah membuat BT si penerima tamu. Mungkin faktor yang menyebalkan itu bisa jadi mereka bertamu tidak mengerti etika bertamu, datang disaat kita mengantuk, bahkan ada yang datang mulai dari pagi sampai malam.
Menghadapi tamu yang menyebalkan, kadang membuat kita bingung bagaimana cara agar si tamu segera lekas pulang, Di bawah ini diberikan Tips menerima tamu yang menyebalkan  ;
  1. Setiap beberapa menit, lihatlah jam di dinding, agar si tamu merasa anda ada pekerjaan yang mesti dilakukan.
  2. Apabila si tamu masih juga belum mengerti....lakukan hal seperti menguap, yang menandakan anda sudah mulai mengantuk.
  3. Jika dgn cara di atas belum juga membuat tamu pulang,..setiap 5 menit sekali anda melakukan batuk-batuk. Semoga si tamu merasa iba melihat anda sedang sakit.
  4. Masih juga tamu gak sadar, sms lah teman / anak / keluarga suruh mereka nelpon untuk basa- basi  intinya di sms ceritakan aja bahwa di rumah anda lagi ada tamu spesial yang sungguh menjengkelkan.
  5. Kalaupun dengan cara di atas masih juga belum membuat tamu pulang,....masuklah ke dapur. suruh lah pembantu kerja kasar, kalau perlu jatuhkan piring / gelas / atau benda kaca lainnya, usahakan si tamu mendengar insiden itu. Dan berteriaklah untuk memarahi si pembantu. tapi jangan lupa jika tamu sudah pulang meminta maaf lah dgn pembantu dan berilah uang damai kepada pembantu (gkgkgkgkgkgkg)
  6. Jika si tamu masih tidak mau pulang, pasanglah muka  cemberut,...pukul meja, dan hardik si tamu, katakan " Saya muak dengan anda, sekarang angkat kaki dari rumah saya.."
  7. Terakhir, jurus pamungkas....siram tamu dengan seember air dingin,.niscaya tamu anda lari terbirit-birit dan kapok bertamu ke rumah anda.( gkgkgkgkgkgkgk.)
Demikianlah beberapa Tips Menerima Tamu Yang Menyebalkan, semoga menjadi masukan bagi Anda yang sering mengalami situasi dilematis seperti di atas.

(Source : TNc)

Jumat, 02 Maret 2012



Etika bagi yang mengundang:
  1. Hendaknya mengundang orang-orang yg bertaqwa, bukan orang yg fasiq (suka bermaksiat). Rasulullah saw. Bersabda, "Janganlah kamu bersahabat kecuali dgn seorang mu'min, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yg bertaqwa". (HR Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
  2. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir. Rasulullah saw, bersabda, "Seburuk-buruk makanan pengantin (walimah), karena yg di undang orang-orang kaya tanpa orang-orang fakir." (Muttafaq'alaih).
  3. Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan membahagiakan teman-teman atau sahabat.
  4. Tidak memaksa-memaksakan diri untuk mengundang tamu. Dalam hadits Anas ra. ia menuturkan, "Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata, "Kami dilarang memaksa diri" (membuat diri sendiri repot)," (HR Al-Bukhari).
  5. Jangan anda membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dgn kewibawaan.
  6. Jangan kamu menampakan kejemuan terhadap tamumu, tetapi tumpukanlah kegembiraan dgn kehadirannya, bermuka manis berbicara ramah.
  7. Hendaklah segera menghidangkan minuman-makanan untuk tamu, karena yg demikian itu berarti menghormatinya.
  8. Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat minuman/makanan sebelum tamu selesai menikmati jamuan.
  9. Disunatkan mengantar tamu hingga luar pintu rumah. Ini menunjukan penerimaan tamu yg baik dan penuh perhatian.

Etika bagi TAMU:

  1. Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur, karena hadits Nabi saw. mengatakan, "Barang siapa yg diundang kepada walimah atau yg serupa,hendaklah ia memenuhinya". (HR. Muslim).
  2. Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dgn undangan orang yg kaya, karena tidak memenuhi undangan orang fakir itu merupakan pukulan (cambuk) terhadap perasaanya.
  3. Jangan tidak hadir, sekalipun karena sedang berpuasa, tetapi hadirlah pada waktunya, karena hadits yg bersumber dari Jabir menyebutkan bahwasanya Rasulullah saw. telah bersabda, "Barang siapa Yg di undang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika tidak, tidaklah mengapa." (HR Ibnu Majah dan dishahikan oleh Al-Albani).
  4. Jangan terlalu lama menunggu disaat bertamu karena ini memberatkan yg punya rumah, juga jangan Tergesa-gesa datang karena membuat yg punya rumah kaget sebelum semuanya siap.
  5. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih darit itu.
  6. Hendaknya pulang dgn hati lapang dan memaafkan kekurangan apa saja yg terjadi pada tuan rumah.
  7. Hendaknya mendoakan untuk orang yg mengundangnya seusai menyantap hidangannya. Dan diantara doa yg ma'tsur adalah,
"Orang yg berbuka puasa telah berbuka puasa padamu. Dan orang-orang yg baik telah memakan makananmu dan para malaikat telah bershalawat untukmu". (HR Abu Daud, dishahihkan Al-Albani).

"Ya Allah, ampunilah mereka belas kasihlah mereka. Berkahilah bagi mereka apa yg telah engkau karuniakan kepada mereka. Ya Allah, berilah makan orang yg telah memberi kami makan, dan berilah minum orang yg memberi kami minum".

(Sumber : Internet)

Tata Cara Bertamu yang Benar


Bertamu dapat mempererat tali silaturahmi, namun dalam bertamu pun ada rambu-rambu yang sepatutnya diperhatikan. Adab yang perlu diindahkan dalam bertamu adalah :
  1. Pahami waktu bertamu. Kapan boleh tidaknya kita bertamu seharusnya diselaraskan dengan kapan tuan rumah ada dirumah. Sebaiknya waktu bertamu tidak terlalu pagi atau terlalu malam. Saat yang tepat adalah menjelang sore hari atau sebelum siang.
  2. Membuat janji. Agar dapat bertemu dengan tuan rumah, sebelumnya lebih baik kita membuat janji untuk bertemu dulu.
  3. Ucapkan salam. Sebelum masuk kerumah orang, ketuk pintu atau pencet bel sambil mengucapkan salam. Ulangi hingga tiga kali jika belum dibuka pintunya. Kalau lebih dari tiga kali salam tidka ada jawaban, kita harus meninggalkan rumah tersebut.
  4. Sampaikan tujuan bertamu. Dalam menyampaikan tujuan hendaknya jelas,tegas dan singkat. Jangan sampai muncul salah paham atau salah pengertian pada tuan rumah.
  5. Tahu diri. Tamu hendaknya tahu diri seberapa lama waktu yang layak untuk bertamu. Harus dipahami juga isyarat yang diberikan tuan rumah seperti tuan rumah yang berulang kali melihat jam dinding, itu pertanda bahwa waktu bertamu yang sudah lama.
  6. Ucapkan terima kasih. Tamu perlu mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah atas penerimaannya yang baik dan menyenangkan.
  7. Berpamitan. Pada saat akan pulang, jangan lupa untuk berpamitan dengan tuan rumah. Mengucapkan salam atau berjabatan tangan lebih baik.
(Sumber : Internet)